Selasa, 03 Mei 2011

RESTRUKTURISASI USAHA



Ø  Pengembangan usaha  dapat dialkukan dengan internal growth dan external growth dengan prinsip dasar value creation for shareholders.
Ø  Isu dalam merger dan akuisisi:
1.    Keuntungan akuisisi tergantung pada hal-hal yang sulit ditentukan seperti keputusan strategis, yaitu memperkirakan perubahan arus kas yang terjadi dari keuntungan tersebut.
2.    Adanya kompleksitas dalam akuntansi, pajak dan peraturan hukum.
3.    Akuisisi untuk mengurangi conflic problem.
4.    Merger dan akuisisi kadang-kadang melibatkan unfriendly transaction.

Bentuk restrukturisasi usaha
1.    Merger dan Konsolidasi
Merger adalah penyerapan dari suatu perusahaan oleh perusahaan yang lain. Setelah merger, perusahaan yang dibeli akan kehilangan/berhenti operasi. Hasil akhir proses merger adalah sebuah entitas yang lebih besar.

Konsolidasi pada prinsipnya sama dengan merger, tetapi pada konsolidasi sebuah perusahaan baru tercipta. Dalam hal ini baik nama perusahaan dibeli maupun nama perusahaan pembeli akan hilang dan digantikan oleh sebuah perusahaan baru.
2.    Akuisisi adalah pengambilalihan atau pembelian perusahaan. Akuisisi dapat dibedakan menjadi dua, akuisisi saham dan akuisisi aset.

Akuisisi saham diawali dengan tender offer oleh perusahaan yang akan membeli kepada para pemegang saham perusahaan yang akan menjadi target. Di Indonesia peraturan hukum menentukan seorang memegang saham untuk melapotrkan kegiatannya kepada Bapepam setelah ia menguasai 5% saham suatu perusahaan. Apabila memiliki sampai 20%, maka ia wajib melakukan tender offer apabila untuk mendapatkan hak kontrol atas perusahaan. Jika pemilikan mencapai 25%, ia wajib tender offer walaupun tidak punya niat mendapatkan hak kontrol.

Akuisisi Asset adalah mengambil alih perusahaan lain dengan membekukan sebagian aset perusahaan tersebut. Perusahaan yang dibeli secara hukum tetap berdiri. Perusahaan yang dibeli secara hukum tetap berdiri.
Akuisisi dapat dikategorikan menjadi: a) Akuisisi horisontal, b) akuisisi vertikal, dan c) akuisisi konglomerat.

3.    Divestasi, adalah proses pelepasan suatu unit usaha atau aset perusahaan. Divestasi dapat berupa voluntary divestiture dan involuntary divestiture. voluntary divestiture dilakukan oleh perusahaan dengan alasan-alasan ekonomis, sedangkan involuntary divestiture dilakukan karena pelanggaran hukum.
Motif divestasi antara lain: efficiency gain, information effect, welath transfer, alasan perpajakan, dan kebutuhan akan kas.
Bentuk-bentuk divestasi:
ü  Sell-off, yaitu divestasi yang melibatkan seluruh perusahaan atau beberapa unit bisnis, divisi atau lini produk.
ü  Spin-off, yaitu divestasi yang menjual unit bisnis tidak untuk kas, tetapi biasanya saham diterbitkan untuk pemegang saham perusahaan induk perusahaan.
ü  Equity carveout, adalah bentuk divestasi yang serupa dengan kedua macam divestasi tersebut, tetapi perbedaannya saham dari unit bisnis yang akan didevestasi di jual ke publik melalui bursa.
4.    Swastanisasi (going private) adalah mengubah perusahaan publik menjadi milik pribadi (swasta).
5.    Leverage Buyout adalah transasksi going private yang dibiayai dengan hutang. Ciri LBO adalah pembelian dilakukan dengan kas, bukan dengan saham.




Motif Merger dan Akuisisi
Merger dan akuisisi adalah bentuk pertumbuhan eksternal dimana perusahaan mengambil alih  perusahaan lain atau aset yang telah siap operasi.
Motif merger dan akuisisi sebenarnya lebih kompleks daripada sekedar mendapatkan pertumbuhan eksternal, tetapi ada dua alasn berikut:
  1. Maksimisasi nilai pasar vs maksimisasi kesejahteraan manajemen
  2. Peningkatan effisiensi dan sinergi
Merger sering di matematiskan bahwa 2 + 2 = 5, logikanya berikut:
VAB = VA + VB + ∆V
Dari formula tersebut selama ∆V positif, maka penggabungan perusahaan memberikan nilai tambah.
Untuk menentukan perubahan nilai yang dihasilkan dari merger atau akuisisi diperlukan estimasi perubahan arus kas (incremental cash flows).
            ∆V = ∆ Revenue - ∆Cost - ∆Tax - ∆Capital expenditure

Case.
PT Faishal sedang mempertimbangkan untuk mengakuisisi PT Aqila dengan menggunkan saham biasa. Data kedua perusahaan adalah sebagai berikut:
Keterangan
PT Faishal
PT Aqila
Laba bersih
Rp 400.000.000,-
Rp 80.000.000,-
Saham yang beredar
200.000 lembar
80.000 lembar
Laba per lembar
Rp 2.000,-
Rp 1.000,-
Harga pasar per saham
Rp 12.000,-
Rp 4.000,-

Bagaimana dampak rencana akuisisi terhadap PT Faishal bila harga ditawarkan dengan premi 20%.  Bagaimana pula dampaknya jika price earnings ratio PT Aqila meningkat menjadi 6 kali dan 10 kali.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar