Kamis, 14 April 2011

SURAT-SURAT BERHARGA


SURAT-SURAT BERHARGA
  1. Pengertian Surat Berharga
Pasal 1 angka 10 UU Perbankan menyatakan Surat Berharga adalah surat pengakuan utang, wesel, saham, obligasi, sekuritas kredit, atau setiap derivatifnya, atau kepentingan lain, atau suatu kewajiban dari penerbit, dalam bentuk yang lazim diperdagangkan dalam pasar modal dan pasar uang.
Abdulkadir Muhammad : Surat berharga adalah surat yang oleh penerbitnya sengaja diterbitkan sebagai pelaksanaan pemenuhan suatu prestasi yang berupa pembayaran sejumlah uang.
HMN. Purwosutjipto : Surat berharga adalah surat bukti tuntutan utang, pembawa hak dan mudah diperjual belikan.
Wiryono, Surat berharga adalah surat-surat yang bersifat seperti uang tunai, dapat diperdagangkan, dan sewaktu-waktu dapat ditukarkan dengan uang tunai.
Emmy Pangaribuan Simanjuntak, menyatakan suatu surat disebut surat berharga apabila dalam surat tersebut tercantum nilai yang sama dengan nilai perikatan dasarnya. Tujuan dari surat berharga adalah untuk dapat diperdagangkan atau diperalihkan.
  1. Fungsi Surat Berharga ;
Sebagai alat pembayaran (alat tukar uang)
Sebagai alat untuk memindahkan hak tagih (diperjualbelikan dengan mudah atau sederhana)
Sebagai surat bukti hak tagih (surat legitimasi)
Teori kreasi
Terikat karena tanda tangannya dalam SSB
Teori perjanjian
Kesepakatan kedua belah pihak yang menyebabkan penghutang untuk membayar
Teori Kepantasan
Sama dengan teori kreasi tetapi ditambahkan orang yang secara pantaslah yang mendapatkan surat tersebut secara wajar, maka barulah sah.
Teori penunjukan
Orang-orang tersebut terikat membayar kepada penghutang, disebut dengan nilai jatuh tempo atau hari bayar
Pengaturan tentang wesel, dalam buku I titel 6 dari bagian kesatu sampai dengan bagian keduabelas.
Pengaturan tentang surat sanggup, dalam buku I titel 6 bagian ketigabelas
Pengaturan tentang cek, dalam buku I titel 7 dari bagian kesatu sampai dengan bagian kesepuluh.
Pengaturan tentang surat kwitansi atas tunjuk dan promes atas tunjuk, dalam buku I titel 7 bagian kesebelas.
SK. Direksi BI No. 21/48/KEP/DIR/, dan Surat Edaran BI No. 21/27/UPG, tanggal 27 oktober 1988 tentang Sertifikat Deposito
Keppres No. 5 tahun 1984 tentang Penerbitan Sertifikat Bank Indonesia
SKBI No. 21/52/KEP/ DIR/ dan SEBI No.21/30/UPG, tanggal 27 oktober 1988 tentang Penerbitan dan Perdagangan sertfikat bank Indonesia.
SKBI No.22/27/UPG/ tanggal 16 September 1989 tentang Lelang SBI dan Surat Berharga Pasar Uang.
SK Direktur BI No. 28/52/KEP/DIR/ dan SEBI No. 28/49/UPG, tanggal 11 Agustus 1995 tentang Persyaratan Penerbitan dan Perdagangan Surat berharga Komersial.
SKBI No. 28/32/KEP/DIR/1995, tanggal 14 juliu 1995 tentang Bilyet Giro
Surat-Surat yang Mempunyai Sifat Kebendaan (Zaken-rechtelijke Papieren); surat berharga yang mempunyai sifat kebendaan memiliki ciri ialah : bahwa isi dari perikatan surat adalah bertujuan untuk penyerahan barang, misal ceel, bahwa orang yang menerima penyimpanan barang-barang pada sebuah veem mengikatkan diri untuk menyimpan dan menyerahkan barang itu untuk diangkut selanjutnya, demikian juga dengan konosemen (cognosemen)
Surat-surat Tanda keanggotaan (limaatschaps Papieren), yaitu berupa saham-saham dari Perseroan Terbatas atau persekutuan lainnya yang memakai sistem saham. Perikatan yang diwujudkan atau terdapat di dalam surat seperti ini ialah perikatan antara persekutuan tersebut dengan pemegang sahamnya, berdasarkan perikatan itu, maka pemegang-pemegangnya dapat memakai haknya untuk memberikan suaranya menurut bagian dari keuntungan dan sebagainya.
Surat-surat Tanda tagihan Utang (Schulvorderings Papieren).
Yang tergolong dalam golongan surat- surat ini adalah semua surat-surat atas tunjuk atau atas penganti yang mewujudkan suatu perikatan yang tidak termasuk ke dalam golongan Surat-surat Tanda keanggotaan dan Surat-Surat yang Mempunyai Sifat Kebendaan
Surat Pembebasan (kwijting), adalah tanda bukti bahwa seseorang telah melaksanakan kewajiban terhadap orang lain, misalnya dalam hal pelunasan pembayaran hutang seperti kwitansi atas tunjuk.
Surat Wesel : adalah surat yang memuat kata-kata wesel di dalamnya, ditanggali dan ditandatangani di suatu tempat, penerbit memberi perintah tanpa syarat kepada tersangkut untuk pada hari bayar membayar sejumlah uang kepada orang (penerima) yang ditunjuk oleh penerbit atau penggantinya di suatu tempat tertentu.
Surat Sanggup : adalah surat berharga yang memuat kata aksep atau promes, penerbit menyanggupi untuk membayar sejumlah uang kepada orang yang disebutkan dalam surat saanggup itu atau pengantinya atau pembawanya pada hari bayar.
Surat Cek adalah surat berharga yang memuat kata cek, penerbitnya memerintahkan kepada bank tertentu untuk membayar sejumlah uang kepada orang yang namanya disebut dalam cek, pengantinya atau pembawanya pada saat diunjukkan.
Carter partai adalah surat berharga yang memuat kata charter partai, yang membuktikan tentang adanya perjanjian pencarteran kapal, dalam mana si penandatangan mengikatkan diri untuk menyerahkan sebagian atau seluruh ruangan kapal kepada pencarter untuk dioperasikan, sedangkan pencarter mengikatkan diri untuk membayar uang carter.
Konosemen, adalah surat berharga yang memuat kata konosemen atau bill of lading, yang merupakan tanda bukti penerima barang dari pengirim, ditandatangani pleh pengangkut dan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menuntut penyerahan barang-barang yang disebutkan dalam konosemen itu.
Delivery-order adalah surat berharga yang mencantumkan kata delivery-order (d/o) di dalamnya dan merupakan surat perintah dari pemegang konosemen kepada pengangkut agar kepada pemegang d/o diserahkan barang-barang sebagai yang disebut dalam d/o, yang diambil dari konosemennya.
Surat Saham
Promes atas unjuk atau promes pembawa adalah surat berharga yang ditanggali dimana penandatangannya sendiri berjanji akan membayar sejumlah uang yang ditentukan di dalamnya kepada tertunjuk, pada waktu diperlihatkan pada suatu waktu tertentu
Ceel
Surat Obligasi
Sertifikat
Sertifikat deposito
Sertifikat bank Indonesia
Bilyet Giro
Surat Berharga Komercial (Commercial paper/CP)
Kartu Kredit.
Nama Surat berharga seperti : Wesel, Cek, dll
Perintah/ janji tak bersyarat
Nama orang yang harus membayar
Penunjukan hari gugur
Penunjukan tempat, dimana pembayaran harus dilakukan
Nama orang, kepada siapa atau kepada pengantinya pembayaran itu harus dilakukan
Penyebutan tanggal, tempat surat berharga diterbitkan
Tanda tangan penerbit
Dapat dilihat dari ciri khas yang dimiliki setipa surat berharga
dapat kita ketahui dari setiap surat berharga adalah “Nomor seri”. Setiap surat berharga apapun bentuknya memiliki nomor seri penerbitan sendiri. Adanya nomor seri pada surat berharga adalah untuk alat kontrol baik bagi penerbit maupun tersangkut.
WESEL
adalah surat yang memuat kata-kata wesel di dalamnya, ditanggali dan ditandatangani di suatu tempat, penerbit memberi perintah tanpa syarat kepada tersangkut untuk pada hari bayar membayar sejumlah uang kepada orang (penerima) yang ditunjuk oleh penerbit atau penggantinya di suatu tempat tertentu.
Ziechtwessel
Pada saat pemegang memperlihatkan wessel tersebut maka pada saat itulah dibayarkan wesselnya yaitu dalam jangka 1 tahun semenjak tanggal wessel diterbitkan adalah hari jatuh tempo.
Naziechtwessel
Hari jatuh tempo ditentukan setelah diperlihatkan oleh pemegang kepada sitersangkut untuk acceptasi bayar dalam jangka waktu 1 tahun diterbitkan.
Datowessel
Hari gugur yang dihitung dalam beberapa waktu atau jangka waktu tertentu setelah penerbitan.
Darkwessel
Wessel yang hari bayarnya menununjuk waktu tertentu.
Berdasarkan bentuk
Wessel dalam bentuk umum
Wessel yang tidak ada pengkhusussannya.
Wessel dalam bentuk khusus
Wessel atas pengganti penerbit
Kekhususan wessel ini adalah kedudukan penerbit seolah-olah sama dengan kedudukan orang pertama atau pemegang pertama.
Wessel atas penerbit sendiri
Adalah kedudukan penerbit sama dengan si tersangkut atas wessel sendiri.
Wessel untuk perhitungan orang ketiga (pasal 102 ayat 3 KUHD)
Adalah pembayaran untuk itu tidak diambil dari rekening penerbit tapi dari rekening pihak ketiga yang ditunjuk
Wessel innkaso
Didalam surat wessel tertulis kata-kata innkaso (member kuasa untuk menagih)
Wessel domicilie
Adalah wessel yang tempat bayarnya ditunjuk khusus, tempat pihak ketiga tertentu.
Wessel rekta
Adalah wessel yang tertera kata-kata nied an order atau tidak atas pengganti.
Wessel pos
Kekhususannya terletak pada pengiriman uang pada pos.
Kata wesel harus tercantum dalam surat-surat berharga
Perintah untuk membayar sejumlah uang tanpa syarat
Nama tersangkut
Penetapan hari bayar
Nama pemegang surat atau penggantinya
Tempat dan tanggal penerbit surat
Tanda tangan penerbit
PERSONALIA
Adalah orang yang mengeluarkan surat wesel
Menjamin adanya akseptasi
Menjamin adanya pembayaran
Membuat administrative
menempatkan suatu keterangan pada surat berharga, dimaksudkan bahwa pemegang memberikan keterangan bahwa surat berharga tersebut diperalihkan kepada pemegang berikutnya.
Harus terhadap seluruh tagihan utang
Pernyataan perhalian tidak bersayrat
Tanda tangan endosemen yang mengalihkan
Endosemen biasa : mencantumkan nama endosemen penerima dalam wesel tersebut
Endosemen blanko : tidak dicantumkan nama orang yang menerima peralihan surat wesel tersebut, tanda tangan endosemen yang menerima juga tidak di cantumkan karena di isi sendiri oleh endosemen penerima
Endosemen incaso : yang member kuasa pada penerima pengalihan adalah endosemen, bukan penerbit
Endosemen pand : hanya untuk tanggungan gadai
Endosemen rekta : tertera nama, niet, an order artinya tidak untuk pengalihan artinya hanya dialihkan untu satu kali saja.
adalah suatu lembaga yang menjamin adanya pembayaran surat wesel pada hari bayar.
Memuat kata-kata untuk aval atau kata-kata lain yang bentuknya sama dan ditanda tangani oleh pemberi aval
Penempatan aval
Pada surat wessel
Pada sambungan surat wessel
Pada turunan atau foto copy wessel
Pada tulisan tersendiri
Akibat hukum aval.
Diatur dalam pasal 131 KUHD
Akibat hokum pemberi aval terikat sama seperti yang mengaval maksudnya adalah status dari avails sama dengan penerbit. Resikonya bila terjadi masalah dalam pembayaran wessel maka penuntut boleh menuntut penerbit atau avails atau keduanya.
Adalah lembaga yang diatur dalam hokum wessel dengan nama pihak ketiga baik secara sukarela atau ditunjuk oleh debitur regres, mengikatkan diri sebagai pengantara untuk melakukan acceptasi atau pembayaran surat wessel.
Cara melakukan intervensi :
Karena ditunjuk sebelumnya oleh penerbit, endosan, atau avails dengan alamat darurat.
Karena secara sukarela
Macam-macam intervensi
Intervensi pada acceptasi (pasal 155-157 KUHD)
Intervensi pada pembayaran (pasal 158-162 KUHD)
Adalah orang yang diperintahkan tanpa syarat untuk membayar.
adalah : suatu lembaga dalam hokum wesel dimana tersangkut menyatakan setuju untuk membayar surat wesel pada hari bayar
akseptasi tanpa syarat : tersangkut mengakseptasi sesuai perintah penerbit pada surat wesel, tidak boleh di beri suatu syarat.
adalah hak menuntut untuk membayar apabila ditemukan cek yang menjadi surat berharga tersebut kosong oleh pihak bank
Pelaksanaan Hak regres adalah
Regres Biasa
Yaitu pemegang surat wesel menuntut endosan yang berada diatasnya
Regres meloncat
Yaitu pemegang wesel menuntut salah satu atau memilih sesukanya siapa yang memilihnya
Herwesel
Yaitu dengan menrbitkan wesel ulangan, ditujukan kepada siapa yang akan diregres
Dilakukan Dengan protes
Untuk melakukan hak regres terlebih dahulu dilakukan protes terhadap tersangkut di tempat kediaman tersangkut sesuai dengan waktu yang ditentukan oleh UU
Apabila dalam waktu yang telah ditentukan oleh UU tidak dilakukan protes maka hak regres akan gugur
Protes non akseptasi harus dilakukan dalam tenggang waktu yang ditentukan untuk permintaan akseptasi
Dilakukan Tanpa protes
Jika penerbit atau pemberi aval mencantumkan dan menandatangani di dalam surat wesel klausula tanpa biaya atau tanpa protes maka dapat membebaskan pemegang dari kewajiban membuat protes non akseptasi untuk melaksanakan hak regres.
Maksud jika dalam surat wesel memuat klausula tanpa biaya atau tanpa protes adalah : jika terjadi non akseptasi, maka pemegang surat wesel dapat melakukan hak regres tanpa melakukan protes terlebih dahulu.
Surat sanggup adalah surat berharga yang memuat kata aksep atau promes, penerbit menyanggupi untuk membayar sejumlah uang kepada orang yang disebutkan dalam surat sanggup itu atau pengantinya atau pembawanya pada hari bayar. ( Pasal 177 Ayat 1 KUHD )
Surat Cek
Pengaturan : pasal 178 – 229 KUHD
Sayarat-syarat formal cek:
Ada kata cek
Perintah tidak bersyarat untuk membayar sejumlah uang
Nama tersangkut
Tempat bayar
Tempat dan tanggal cek diterbitkan
Tanda tangan penerbit
Perbandingan cek dengan wesel
Wesel merupakan alat pembayaran kredit, cek merupakan alat pembayaran tunai
Pembayaran surat wesel macam-macam kemungkinannya, pada cek harus diperlihatkan dalam masa 70 hari sejak diterbitkan
Wesel hanya boleh diterbitkan atas penerbit an order, pada cek boleh an order dan boleh an under.
Tersangkut dalam surat wesel bank, oknum dan orang biasa, sedangkan pada cek adalah banker.
Pada surat wesel diperlukan akseptasi, pada cek tidak perlu
Bentuk-bentuk cek
Cek atas pengganti penerbit
Cek atas penerbit sendiri
Cek atas tanggungan pihak ke tiga
Cek inkaso
Cek domisili
Cek bergaris miring
Cek perhitungan
Bilyet giro
Pengaturannya : SBI No.4 / 670/ WPPB/ PB.B/ 1972
Bilyet giro adalah surat perintah dari nasabah bank kepada bank, penyimpan dana untuk memindahbukukan sejumlah dana dari rekening giro penerbit kepada rekening giro penerima, pada bank yang sama atau bukan.
Syarat formal dari bilyet giro:
Nama dari bilyet giro ( ditampilkan nomornya)
Perintah tak bersyarat untuk memindah bukukan sejumlah uang
Nama dan tempat bank yang diperintahkan
Nama penerima
jumlah dana yang akan dipindah bukukan
Tempat dan tanda tangan penerbit
Tanda tangan penerbit
Nama bank atau tempat rekening giro.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar